Kepedulian Merawat Infrastruktur Harus Ditingkatkan

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Infrastruktur - Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin modern, sifat individualistis semakin mengemuka dan mengikis rasa kebersamaan di masyarakat. Saat ini masyarakat kurang merasa angrungkepi atau handarbeni. Sarana dan prasarana yang sifatnya bisa dibantu oleh pemerintah daerah seperti jalan, jembatan, bendungan dan talud, namun masyarakat terkesan tutup mata. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi D DPRD Jepara Japar, SE saat melakukan monitoring ke Desa Bawu Kecamatan Batealit, beberapa waktu lalu.

Menurut Japar, saat ini bisa dilihat drainase yang dibangun oleh pemda yang berada di kanan kiri bahu jalan tak terawat. Banyak rumput tinggi tidak dibersihkan sehingga mengakibatkan bahu jalan lebih tinggi dari drainase sehingga air hujan yang harusnya 90 persen masuk ke drainase tak masuk dan justru meluap ke jalan raya.



Pada zaman dahulu, sering dilaksanakan gerakan bersih desa sehingga lingkungan desa menjadi bersih dna terjaga. Namun saat ini, masyarakat terkesan manja. Apa yang harusnya bisa diatasi sendiri tetapi akhirnya pemda yang turun tangan. “Disini bisa dilihat sifat ketergantungan masyarakat kepada pemerintah. Jadi untuk mengurangi ketergantungan tersebut, mari kita tanamkan rasa memiliki kepada masyarakat akan bangunan atau infrastruktur di desa dengan menggerakkan kembali gotong royong. Dengan adanya sinergitas antara pemerintah dengan masyarakat maka akan terjadi keindahan lingkungan,” kata Japar.

Kondisi ini dibenarkan oleh Petinggi Desa Bawu Afif Rokhani. Pihaknya menyadari kemanjaan masyarakat kepada pemerintah memang sudah parah. Namun menurutnya, di Desa Bawu jika ada warga masyarakat yang menghalangi proyek pembangunan dari APBDes, maka proyek pembangunan tersebut akan dipindah ke lokasi lainnya. “Alhamdulilah masyarakat Bawu manut, sehingga proyek pembangunan desa bisa berjalan lancar. Warga juga mau saling bantu dan rela serta ikut memelihara,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Afif juga mengusulkan pembangunan drainase sepanjang mulai dari Bawu sampai Kecamatan Batealit yang kondisinya cukup memprihatinkan. “Usulan ini semoga bisa dikawal dengan baik agar di APBD P 2018 atau APBD 2019 bisa direlaisasikan,” harapnya. (ZA) 

No comments

Powered by Blogger.