29 Desa di Jepara Berpotensi Alami Kekeringan

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Peristiwa - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara memprediksi sebanyak 29 desa dari 12 kecamatan berpotensi mengalami kesulitan air bersih saat musim kemarau nanti. Puluhan desa tersebut kini diajukan proposal bantuan ke BNPB agar bisa mendapatkan bantuan. Hal ini disampaikan oleh Jamaludin, Kasie Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Jepara, Jumat (18-05-2018).

Beberapa desa tersebut diantaranya, Desa Tunggul Pandean, Blimbingrejo dan Bategede di Kecamatan Nalumsari, Desa Rajekwesi, Singorojo dan Datar di Kecamatan Mayong, Desa Sidigede dan Kalipucang Wetan di Kecamatan Welahan dan Desa Kaliombo dan Gerdu di Kecamatan Pecangaan, Desa Kemojan Kecamatan Karimunjawa.

Menurut Jamaludin, 12 kecamatan itu semuanya dimasukkan dalam proposal pengajuan bantuan ke BNPB, meskipun nanti kenyataannya bisa saja tidak terjadi di semua desa yang diajukan. “Dua belas kecamatan ini kita ajukan sebagai antisipasi, sebab jika tidak masuk dalam proposal, BNPB tidak mau membantu,” katanya.


Penanganan untuk kasus kekurangan air bersih ini, lanjut Jamal, masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yakni dengan droping air. Untuk proses droping air, lanjutnya, juga amsih menggunakan jasa pihak ketiga meskipun saat ini BPBD sudah memiliki mobil tangki sendiri. Berdasarkan koordinasi dengan beberapa daerah seperti Kudus dna Rembang juag belum bisa menggunakan mobil tangki itu karena beum di sertai dengan anggaran. “Iya, masih sama dengan tahun lalu gunakan depo air dari swasta,” kata Jamaludin.

Hal itu, kata Jamal, lantaran keberadaan mobil tangki itu belum disertai dengan anggaran operasional dan anggaran BBM nya. “Tahun depan baru bisa digunakan setekah mengajuan anggaran, tahun ini maish sama menggunakan jasa depo air,” jelasnya.

Jamaludin menambahkan, berdasarkan prediksi dari BMKG, musim kemarau akan dimulai Juni mendatang. Sehingga untuk SK penanganan kekeringan juga akan terbit per 1 Juni 2018. “Droping dan kebutuhan air masih menungu permintaan dari desa,” tandasnya. (ZA) 

No comments

Powered by Blogger.