Tragis, Bocah Tujuh Tahun Diduga Dibunuh Tetangganya

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Peristiwa - AN (7), warga RT 3 RW 3 Desa Kemojan Kecamatan Karimunjawa, Jepara ditemukan tewas tersangkut akar pohon bakau Jumat (20-04-2018). Korban diduga dibunuh oleh S (50), yang merupakan tetangganya sendiri. Dendam kelurga diduga melatarbelakangi kasus tragis ini. Kini pelaku sudah diamankan di Mapolres Jepara.

Kasus pembunuhan itu terungkap menyusul kecurigaan keluarga korban kepada pelaku yang menghilang dalam waktu bersamaan sejak Kamis (19-4-2018) malam. AN sempat dinyatakan hilang karena pergi tanpa pamit usai nonton televisi. Keesokan harinya, korban ditemukan oleh warga dalam kondisi tewas tersangkut akar pohon bakau.

S (50), pembunuh tetangga yang masih berusia tujuh tahun di gelandang petugas Reskrim Polres Jepara, Jum'at (20-04-2018). (Istimewa)

Petugas Polsek Karimunjawa yang memperoleh laporan keluarga korban langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui jika korban dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke pantai. Korban dan pelaku sudah tiba di Jepara menggunakan KMP. Siginjai pada Jum'at (20-04-2018) sore.

Menurut keterangan kakak korban, Rizal (25), selain karena tidak ada di rumah saat waktu yang sama, sebelumnya pelaku memiliki masalah dengan keluargannya. Pelaku diduga dendam karena kakek korban menolak untuk diajak berhubungan intim. “Mungkin saja pelaku jengkel karena pernah mengajak kakek saya berhubungan intim, tetapi ditolak. Pelaku mengajak kakek berhubungan intim karena suami pelaku sudah tidak bisa diajak berhubungan lagi,” kata Rizal.

Kasat Reskrim Polres Jepara, AKP Suharta mengatakan, penangkapan terhadap pelaku ini berdasarkan kecurigaan dari keluarga korban. Dari pengakuan pelaku, korban dibunuh dengan cara ditenggelamkan ke pantai. Untuk memastikan penyebab  kematian korban, polisi juga melakukan otopsi terhadap jasad korban.

“Keterangan pelaku masih kita  dalami. Kita masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui motif pembunuhan ini,” urainya. (ZA) 

No comments

Powered by Blogger.