Polisi Tetapkan Empat Tersangka Baru, Kasus Tarian Erotis di Pantai Kartini

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Peristiwa - Aparat kepolisian Jepara kembali menetapkan empat tersangka baru untuk kasus tarian erotis yang terjadi saat ulang tahun salah satu klub motor di pantai Kartini, Sabtu (14-04-2018) lalu. Empat tersangka baru tersebut yakni tiga penari dan satu orang dari unsur panitia. Dengan demikian, secara keseluruhan polisi sudah menetapkan enam tersangka untuk kasus pornografi ini. Hal ini disampaikan oleh Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Selasa (17-04-2018).

 Tiga penari yang sudah diamankan yakni  K asal Purwokerto, V asal Semarang dan E asal Pati. Ketiganya Selasa (17-4-2018) diperiksa di Satreskrim Polres Jepara bersama dengan E, agen atau mami dari tiga penari tersebut. Sedangkan satu tersangka lainya, Al, warga Kudus yang berperan sebagai penghubung dan yang meyakinkan jika kegiatan tersebut sudah mendapatkan izin. Dua tersangka yang sudah lebih dulu ditetapkan yakni H dan B.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta memintai keterangan tiga penari seksi  yang beraksi di Pantai Kartini, Sabtu (14-4-2018) lalu. (Zakky/isknews.com).

“Berdasarkan pengakuan dari penarinya bahwa kegiatan seksi dancer, perjanjiannya akan dilakukan di ruang tertutup dan tidak boleh ada kameranya. Akan tetapi, setelah di lokasi ternyata berada di ruang terbuka. Karena ketiag penari ini sudah terlanjur menerima uang muka dari panitia sehingga mau tak mau harus dilakukan,” kata Kapolres.

Untuk kegiatan ini, ketiga penari seksi ini mendapatkan bayaran Rp.3 juta untuk tiga orang. Sedangkan satu orang DJ juga mendapatkan bayaran yang sama Rp.1 juta. “Sampai saat ini mami nya yang inisial E statusnya masih saksi, semua nanti tergantung penyelidikan selanjutnya,” imbuhnya.

Sementara itu, H, salah seorang tersangka mengaku jika kegiatan sexy dancer memang sudah direncanakan sebelumnya. Menurutnya, kegiatan dengan mendatangkan sexy dancer itu sudah lazim dilakukan dalam kegiatan klub motornya di berbagai daerah. Sebelum di Jepara, dia menyebut kegiatan serupa juag digelar di Temanggung dan Wonosobo. “Sebenarnya kita sudah siapkan pakaian yang lebih sopan berupa jarik pantai, namun entah mengapa sata itu menggunakan pakaian ayng seperti itu,” katanya.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat dengan UU Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Untuk panitianya kita kenakan pasal 33, sedangkan untuk ketiga penarinya dikenai pasal 34,” tandas Kapolres. (ZA) 

No comments

Powered by Blogger.