PAMMI Jepara Komitmen Patuhi Kebijakan Polres

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Keamanan - Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Kabupaten Jepara berkomitmen mematuhi kebijakan polisi terkait izin pentas dan ketentuan penampilan kesenian di Kabupaten Jepara. Komitmen ini disampaikan saat bertemu dengan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, Minggu (15-4-2018) malam di Mapolres.

Ketua PAMMI Jepara Aris Isnandar mengatakan, izin pentas siang hari setidaknya memberi ruang kepada insan seni berkreasi. Yang harus dilakukan pelaku seni untuk memegang amanat ini. “Kembali pentas malam tinggal menunggu waktu kalau teman-teman bisa dipercaya dan berkontribusi untuk kondusifitas daerah,” kata Aris.

Dalam pertemuan itu, Aris yang juga anggota DPRD Jepara ini mengajak puluhan anggota dari seluruh kecamatan yang terdiri dari penyanyi, musisi, hingga pembawa acara. Sedangkan Kapolres Yudianto didampingi Kasat Intel AKP Hari Jatmiko.

Kapolres Jepara AKBP Yudianti Adhi Nugroho bersama dengan Ketua PAMMI Jepara Aris Isnandar mendengarkan masukan dan aspirasi dari anggota PAMMi saat bertemu di Mapolres Jepara, Minggu (15-4-2018) malam. (Zaki/isknews.com).

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto mengatakan, izin semua hiburan memang sempat ditolak semua pasca kasus tewasnya penonton di Mantingan akibat perkelahian setelah orkes. Hanya saja setelah itu pentas orkes dan band sudah diizinkan untuk siang hari. Hanya kesenian tradisional yang boleh malam hari.

 Menurut Kapolres, sejak beredarnya video tarian erotis di berbagai media, dia tahu ada sejumlah anggota PAMMI mem-bully-nya. Tarian erotis menjadi kesempatan menumpahkan kekesalan akibat ketegasannya yang sempat mencabut semua izin hiburan untuk merespon tewasnya salah satu warga dalam pertengkaran pascapertunjukan orkes di Mantingan, beberapa hari sebelumnya.

“Pendelegasian izin keramaian ke Polsek tidak berjalan dengan baik. Maka perizinan kini ditarik lagi ke Kasat Intel Polres agar lebih obyektif. Untuk itu, kami minta dengan kebijakan ini, PAMMI menunjukkan kontribusinya untuk kondusifitas daerah. Menertibkan seluruh anggota serta membantu mengondisikan penonton agar tertib,” pintanya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Kesenian Daerah (DKD) Jeparra Rhobi Shani meminta insan seni patuh. DKD akan terus berada di tengah-tengah antara pelaku seni dan Polres Jepara. “Kami mendukung sepenuhnya pihak kepolisian untuk mengusut tuntas tarian erotis di Pantai Kartini. Ini juga harus jadi perhatian teman-teman seniman dalam berkarya juga harus mempertimbangkan sisi etika jangan sampai menjurus ke arah pornoaksi dan pornografi,” kata Rhobi. (ZA) 

No comments

Powered by Blogger.