Euforia Kebebasan Berekspresi Tetap Harus Ada Batasan

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Sosial - Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi, menyatakan ada batasan dalam euforia kebebasan berekspresi. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat utamanya di Kabupaten Jepara tetap berpegang pada tatanan nilai-nilai sosial dalam masyarakat.

“Sehingga sangat sekali untuk kita perhatikan, lebih-lebih kita berikan wejangan-wejangan, agar biasa menjauhi dari hal-hal yang tidak baik, minimal kurang baik,” katanya, ketika memberi arahan pada pembukaan kegiatan silaturrahim dan pembinaan petugas penyuluh penyuluh Agama Islam se Kabupaten Jepara, di Gedung Shima Setda Jepara, Rabu (18-4-2018).

Menurut Marzuqi, di tengah pesatnya dinamika perkembangan masyarakat saat ini, umat Islam sedang menghadapi berbagai tantangan yang sangat luar biasa. Baik tantangan yang berasal dari dalam diri umat muslim sendiri, maupun tantangan yang berasal dari luar. Terlebih dengan adanya kejadian tempo hari dirinya mengutuk keras dan bersama seluruh elemen masyarakat Jepara akan terus mengawal proses hukumnya.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi memberikan sambutan dalam pembinaan penyuluh keagaaman di Geudng SHima Setda Jepara, Rabu (18-4-2018). Marzuki meminta masyarakat memahami batasan dalam berekspresi. (zaki/isknews.com)

“Saya apresisasi dengan Polres Jepara yang telah melakukan tindakan dan gerak cepat untuk mengusut permasalah itu. diantaranya menangkap panitia bahkan penarinya pun sudah ditahan,” kata Bupati Jepara.

Oleh karena itu, menurut Marzuqi sangat penting peran strategis dari para petugas penyuluh Agama Islam dalam mengajak masyarakat untuk berbuat lebih baik. Terlebih, erat hubungannya penyuluh Agama Islam dengan masalah umat beserta problematikanya. Salah satunya dengan mengajak umat dan masyarakat sekitarnya untuk menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tercela dan dilarang oleh agama.

“Sehingga kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan beragama di Kabupaten Jepara benar-benar bisa berjalan dengan baik. Sehingga muaranya adalah kondusifitas dan ketentraman daerah,” ujarnya.

Dengan menghadirkan narasumber Ketua MUI Kabupaten Jepara Mashudi, dan Kasi Binmas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Jepara Muslich, kegiatan pagi itu diharapkan para petugas penyuluh Agama Islam mendapatkan tambahan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan. Karena penyuluh agama merupakan kepanjangan tangan dari pemerintah dalam membimbing masyarakat terkait dengan permasalahan keagamaan yang dihadapi. (ZA) 

No comments

Powered by Blogger.