DPT Pilgub di Kabupaten Jepara 846.212

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Pilkada - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jepara menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Gubernur sebanyak 846.212 pemilih. Penetapan ini dilakuakn dalam rapat pleno terbuka di kantor KPu Jepara, Kamis (19-4-2018) sore. Jumlah ini jauh menurun jika dibandingkan dengan Daftar Pemilih Sementara (DPS) maupun DPS Hasil Perbaikan.

Jika dibandingkan dengan DPSHP, penurunan pemilih di DPT ini sekitar 6.475 pemilih. Jika dibandingkan dengan DPS, penurunan bahkan bisa mencapai lebih dari 10 ribu pemilih. Banyaknya pemilih yang tidak memenuhi syarat (TMS) tidak berbanding lurus dengan temuan pemilih baru, sehingga menyusut cukup banyak.

Ketua KPU Jepara M.Haidar Fitri memimpin rapat pleno rekapitulasi daftar pemilih tetap (DPT) di kantr KPU Jepara, jalan Yos Sudarso Jepara, Kamis (19-4-2018) sore. (zaki/isknews.com).

Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri mengatakan, penambahan pemilih baru yang kemudian dimasukkan ke dalam DPT hanya ada dua, yakni di Kecamatan Keling. Sementara untuk penurunan jumlah pemilih sebanyak 6.475 berdasarkan verifikasi internal KPU, rekomendasi dari jajaran pengawas pemilu, serta hasil validasi yang dilakukan Disdukcapil atas pemilih yang masuk database, belum melakukan perekaman. “Total yang kita coret ya 6.475 pemilih,” katanya.

Haidar menambahkan, untuk pemilih yang dicoret karena belum melakukan perekaman, jumlahnya jauh menyusut dibandingkan data awal. Mulanya, didapati sebanyak 24 ribu lebih warga yang terindikasi belum melakukan perekaman data. Namun hingga saat penyerahan data terbaru pada Rabu (18-4-2018), tersisa 5.019 pemilih.

“Data kependudukan itu kan sangat dinamis, sehingga terus berubah setiap harinya. Data DPSHP di semua kecamatan memang berbeda dari data yang diplenokan,’’bebernya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Jepara Arifin berharap sinergitas antara KPU, Panwas hingga tim sukses masing-masing pasangan calon harus terus dijaga. Utamanya kepada KPU, Arifin meminta agar lebih terbuka dalam memberikan data. “Sebenarnya kita kan sama-sama ingin daftar pemilih ini valid, untuk itu data harus lebih awal diberikan kepada panwas agar bisa dicermati jajaran panwas lebih awal,” tandas Arifin. (ZA) 

No comments

Powered by Blogger.