Berbagai Elemen Masyarakat Jepara Kecam Pornoaksi di Pantai Kartini

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Peristiwa - Berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Jepara mengecam terjadinya porno aksi yang terjadi di Pantai Kartini, Sabtu (14-4-2018). Salah satunya disuarakan oleh Yayasan Kartini Indonesia (YKI) dan berbagai elemen lain seperti PMII Jepara. Aksi keprihatinan di gelar oleh puluhan orang dari YKI dan warga masyarakat Jepara di tugu Kartini Jepara, Minggu (15-4-2018). Puluhan peserta aksi ini membawa poster dan spanduk penolakan berbagai bentuk porno aksi di Jepara. Selain itu juga dibacakan geguritan berjudul Ruwat Bumi Kartini yang dibacakan oleh Hadi Priyanto. 

Ketua YKI Hadi Priyanto mengatakan, YKI menyesal dan menyayangkan terjadinya porno aksi di acara otomotif itu. Porno aksi itu sangat tidak layak dan tidak patut dijadikan tontonan, lantaran acara tersebut berlawanan dengan semangat penghormatan kepada perempuan, khususnya nilai-nilai emansipasi dna keseteraan dari cita-cita RA.Kartini yang mnenjadi salah satu spirit kemajuan perempuan di indonesia.

Bahwa kebebasan berekspresi tidak berarti bebas sebebas-bebasnya tanpa menghiraukan dan menghormati pandangan masyarakat dan etika umum. Terlebih di saat mayoritas umat islam pada hari yang sama merayakan libur isra’ mi’raj.



“Selain itu, meksipun pembangunan pariwisataJepara tidak menitikbertakan pada wisata keagamaan, namun kejadian ini dapat memiliki dampak buruk dan citra negatif bagi pengembangan wisata jepara secara umum dimana saat ini menjadi fokus utama pembangunan,” jelas Hadi.

Dalam kesempatan itu, Hadi juga mendukung sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengusut dan mengurus tuntas kasus ini sesuai dnegan aturan yang ada agar keadilan, kekuatan hukum, dan nurani keadilan masyarakat tetap terjaga.

Kecamatan dan kutukan terhadap aksi porno di acara HUT otomotif itu juga dilontarkan oleh PC. GP. Anshor NU Jepara. Pembacaan sikap ini dilakukan oleh Ketua GP Ansor Jepara Syamsul Anwar di kantor NU Jepara.  "Kami meminta polis mengusut tuntas kasus ini," katanya, Minggu (15-4-2018) didampingi sejumlah pengurus.

Seperti diketahui, insiden tak senonoh terjadi saat acara kumpul komunitas motor Yamaha N-Max di Pantai Kartini Jepara, Sabtu (14-4-2018) siang. Saat acara berlangsung, ada tarian berbau erotis yang melibatkan tiga penari wanita yang hanya memakai pakaian dalam.

Manager Pantai Kartini Joko Wahyu Sutejo mengatakan, izin untuk menyelenggarakan acara tersebut sudah diterimanya sejak dua minggu lalu. Saat bertemu dengan panitia, ia mengaku panitia tidak memberikan detil terkait rangkaian acara tersebut. Ia menyebut, sudah bertemu dengan panitia acara tersebut dua minggu lalu. Namun mereka tak menyebutkan detil terkait acara yang akan terselenggara. Berbagai pihak telah dipanggil oleh polisi untuk dimintai keterangan. (ZA) 

No comments

Powered by Blogger.