Perusahan di Jepara Diminta Berkontribusi Kelola Sampah

Jepara, ISKNEWS.COM – Perusahaan-perusahaan besar yang banyak berdiri di Kabupaten Jepara, diminta untuk turut serta berkontribusi dalam pengelolaan sampah di bumi kartini. Beberapa perusahaan modal asing dikumpulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara di RM Maribu, Selasa (20-03-2018) malam. Kehadiran mereka untuk diminta konstribusi melalui Corporate Social Responsibility (CSR). Beberapa perusahaan tersebut yakni PT Hwa Seung, PT Yazaki Sami, PT Sumitomo, PT Starcam, PT Kanindo, PT Parkland, dan PT Samwon

Kepala DLH Kabupaten Jepara, Fatkhurrohman mengatakan, untuk pengangkutan sampah di Jepara, kini telah dikembangkan aplikasi Sistem Informasi Angkut Sampah (SIANGSA). Dengan hadirnya SIANGSA yang berbentuk website dan aplikasi android yang terpadu, diharapkan dapat lebih mengoptimalkan pendataan secara terpadu melalui layanan digital. Sehingga secara bertahap dalam kurun 5 tahun, target capaian dan cakupan SIANGSA dapat mencakup 15 kecamatan pada tahun 2022 dengan capaian 127-390 ton sampah per hari. “Sehingga mimpi Jepara bebas sampah 2025 akan bisa terwujud,” kata Fatkhurrohman.

Bank sampah di kompleks pendopo kabupaten Jepara. (istimewa)


Oleh karena itu, lanjutnya, dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab, maka diharapkan keterlibatan dari semua lini termasuk perusahan-perusahaan wajib pajak yang ada, untuk turut berperan aktif menghadapi isu lingkungan hidup tersebut.

Sementara itu, Subiyanto, Sektertaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jepara mengatakan, dari aspek pengelolaan keuangan daerah tidak memungkinkan bagi daerah untuk secara fleksibel bisa melakukan angkut sampah berbayar. APBD Kabupaten Jepara juga terserap cukup besar dan sistem retribusi telah diterapkan. Hanya saja realisasi yang ada ternyata hanya dibayar oleh 38 persen dari total potensi tertagih. Sementara APBD tidak cukup mampu menangani seluruh persoalan yang ada.

Selain berorentasi pada laba sebagai bagian alami dari sebuah bisnis, Subiyanto menyebut, perusahaan wajib memenuhi setiap ketentuan hukum yang bersifat filantropik atau kedermawanan, yang menjadi sebuah tanggungjawab sosial bagi perusahaan.

“Saya berharap, bahwa perusahaan wajib CSR yang hadir pada malam ini dapat benar-benar menjadi bagian dari masyarakat seutuhnya, serta mampu memberikan manfaat kepada banyak orang. Khususnya untuk mengatasi berbagai isu lingkungan hidup yang ada di Kabupaten Jepara secara keseluruhan.” imbuh Subiyanto. (ZA/RM)

No comments

Powered by Blogger.