Pelaku Pembakar Istri di Vonis 12 Tahun

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Lintas Jepara – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jepara menjatuhkan hukuman 12 tahun penjara kepada Ahmad Zaenal Arifin (26), terdakwa pembakar Mutmainah, istrinya sendiri.

Vonis tersebut dibacakan oleh Hakim Ketua, Johanis Hehamony, dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Jepara, Rabu (28-2-2018). Putusan majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut 13 tahun penjara kepada terdakwa.

Majelis hakim yang terdiri dari Johanis Hehamony, Veni Mustika dan Demi Hadiantoro ini, dalam putusannya menyatakan secara sah dan meyakinkan, bahwa terdakwa terbukti bersalah. Hal ini berdasarkan keterangan sejumlah saksi, alat bukti, bukti petunjuk maupun fakta persidangan yang ada.

Dalam sidang yang dihadiri keluarga dari korban dan terdakwa ini, beberapa hal yang oleh majelis hakim cukup memberatkan terdakwa diantaranya perbuatan terdakwa yang menyebabkan korban mengalami luka parah, hingga mengakibatkan mneinggal dunia.

“Selain itu, terdakwa juga tidak mengakui perbuatannya dan merasa tidak bersalah,” kata Hakim Ketua, Johanis Hehamony, saat membacakan putusan.

Suasana persidangan terdakwa Ahmad Zaenal Arifin (26) yang membakar istrinya sendiri. (Istimewa)

Sedangkan beberapa hal yang meringankan terdakwa, yakni terdakwa belum pernah dipidana, berperilaku sopan dan meningalnya korban, bukan murni akibat perbuatan terdakwa. Melainkan, ada unsur tidak maksimalnya perawatan yang dilakukan oleh RSUD Kartini Jepara.

Atas putusan ini, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum mengaku, masih pikir-pikir selama tujuh hari ke depan.

“Kami ikuti saja terdakwa, jika mereka mengajukan banding, kami juga akan banding. Yang jelas meski putusan lebih rendah dari tuntutan, majelis hakim sudah mengambil alih semua tuntutan kami,” jelas JPU, Yosef, usai persidangan.

Seperti diketahui, terdakwa Ahmad Zaenal Arifin (26) warga Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, nekat membakar Mutmainah (17), istrinya sendiri pada Sabtu (16-09-2017). Korban warga Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung yang baru dinikahi oleh tersangka setahun belakangan ini. Akibat peristiwa ini, korban mengalami luka bakar serius di 40 persen tubuhnya.

Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan di kepolisian, kronologi kejadian itu bermula sekitar pukul 21.30 WIB, tersangka pamit ingin begadang dan meminta uang kepada korban, namun tidak diberikan oleh korban. Hal ini lantaran istrinya tahu jika uang tersebut, akan digunakan untuk judi. Akan tetapi, tersangka ini mengambil sendiri yang di toko dan setelah itu pergi.

Sekitar pukul 22.30 WIB, tersangka pulang ke rumah dan marah-marah dan menyiramkan kopi ke tubuh istrinya, disertai dengan membanting sejumlah benda seperti toples, hingga akhirnya menyiramkan pertalite ke tubuh korban dan membakarnya.

Perlu diketahui, sebelum menikah dengan korban, status Zaenal adalah duda dengan satu anak. Sementara korban sebelumnya masih gadis. Terdakwa sendiri hingga sidang vonis ini, masih belum mengakui perbuatannya tersebut. (ZA/AM)

No comments

Powered by Blogger.