Masih Banyak Dijumpai Makanan Mengandung Zat Berbahaya Beredar

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Lintas Jepara – Berbagai makanan dan minuman yang mengandung zat berbahaya, masih banyak ditemukan beredar di masyarakat. Pewarna tekstil atau Rhodamin B dan formalin, paling banyak dijumpai beredar. Hal ini sebagaimana hasil cek yang dilakukan oleh Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang di Pasar Mlonggo, Senin (26-02-2018).

Kepala BBPOM Semarang, Endang Pudjiwati mengatakan, dari 30 jenis makanan dan minuman berbeda yang diambil sebagai sampel, 10 jenis mengandung zat berbahaya jika dikonsumsi manusia secara terus-menerus.

“Delapan jenis makanan mengandung pewarna tekstil Rhodamin B dan dua sisanya mengandung formalin,” ungkapnya.

Endang menambahkan, atas temuan ini, pihaknya berharap dinas terkait di Jepara melakukan tindaklanjut dengan melakukan penertiban terhadap peredaran makanan berbahaya tersebut. Sebab, tugas pengawasan sebenarnya berada di tangan dinas instansi di masing-masing kabupaten.

Saat berlangsungnya operasi pasar. (Zacky/ISKNEWS.COM)

“Pengawasan kan bukan tugasnya BBPOM saja, melainkan justru kewenangan kabupaten masing-masing. BBPOM hanya koordinator saja,” jelasnya.

Lebih lanjut Endang menegaskan, pengawasan itu tidak hanya tugas BPOM. Justru dengan munculnya Inpres itu. BPOM itu sebagai koordinator. Karena dalam inpres itu sudah jelas tugas dan kewenangan masing-masing instansi di kabupaten/kota. Pangan jajan anak sekolah dan pangan industri rumah tangga itu tugas kabupaten/kota.

“Pewarna tekstil yang dijual dalam bungkus kecil-kecil, ini jelas dilarang. Minimal pewarna tekstil itu dijual 1 Kg. Tidak boleh ecer. Penjualannya juga berizin khusus,” tegasnya.

Pemkab Jepara melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Perdagangan, sebenarnya sudah seringkali melakukan razia dan pengujian sampel makanan di sejumlah pasar tradisonal. Akhir tahun lalu, hasil uji di beberapa pasar juga mendapati zat berbahaya macam formalin, borax hingga rodhamine B (pewarna tekstil) ditemukan di sejumlah makanan.

Berdasarkan pengambilan sampel makanan di beberapa pasar tradisional, makanan seperti kerupuk, mie kuning, rengginang, cendol hingga teri mengandung bahan berbahaya. Dari total 48 sampel yang diambil, sebanyak 23 diantaranya positif mengandung zat berbahaya. (ZA/AM)

No comments

Powered by Blogger.