Mahasiswa Upgris Latih Warga Manfaatkan Kulit dan Biji Rambutan

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Lintas Jepara – Hampir di tiap rumah warga di Kabupaten Jepara terdapat pohon rambutan. Di bulan Januari hingga Februari seperti ini, buah rambutan di Jepara mengalami masa puncak buahnya. Pemandangan kulit rambutan berserakan di samping atau belakang rumah menjadi hal yang lumrah ditemui di berbagai pelosok desa.

Hal inilah salah satu yang mendasari sejumlah mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (Upgris) untuk membantu warga memanfaatkan limbah kulit dan biji rambutan ini.

Ditangan mahasiswa Upgris, kulit rambutan diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat yakni menjadi Teh Kulit Rambutan (Kutan), sedangkan bijinya diolah menjadi Emping. Senin (19-02-2018) sore, mahasiwa KKN ini memberikan pembekalan ketrampilan, kepada sekitar 80 ibu-ibu anggota PKK Desa Platar, Kecamatan Tahunan.

Koordinator mahasiswa KKN UPGRIS Desa Platar, Sumini Mina Wati mengungkapkan, pelatihan pemanfaatan kulit rambutan ini, selain dapat memaksimalkan hasil dari rambutan itu sendiri, juga dapat memberikan pembekalan keterampilan kepada masyarakat. Sehingga nantinya dapat membantu meningkatkan ekonomi warga desa.

Mahasiswa KKN Upgris saat memberikan pelatihan mengolah kulit dan biji rambutan kepada ibu-ibu PKK Desa Platar. (Zacky/ISKNEWS.COM)

Mina menceritakan, munculnya ide dan terobosan memanfaatkan limbah kulit rambutan, terpikirkan pada saat mereka melakukan observasi potensi desa sekitar. Didapatnya, sebagian besar masyarakat memiliki banyak pepohonan rambutan. Selain itu masyarakat desa juga suka mengonsumsi buah rambutan, tetapi kulit rambutan biasanya dibuang dan menjadi sampah yang tidak dimanfaatkan secara nyata.

“Kami bereksperimen untuk dapat dimanfaatkan kulit rambutan itu, selain kulit rambutan dapat menjadi teh bisa juga dibuat sirup. Sedangkan biji rambutan dapat diolah menjadi emping,” terang Mina.

Mahasiswi jurusan pendidikan ekonomi, Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial dan Keolahragaan (FPIPSKR) itu menuturkan, cara membuat teh Kutan sangat sederhana. Kulit rambutan yang sudah dicuci bersih, dipotong dengan ukuran kecil-kecil. Kemudian dijemur di bawah sinar matahari, hingga kering selama tiga hingga lima hari tergantung cuaca.

Setelah kering, teh kutan siap untuk diseduh dengan air panas, lalu tambahkan gula pasir secukupnya, dan dapat ditambahkan es batu sesuai selera. Katanya, “Teh hasil ekstrak kulit rambutannya sudah kami coba dan rasanya enak.”

Dalam pemaparan tim KKN Upgris, manfaat kulit rambutan dapat mencegah hiperkolesterol, mengobati diare, anti radikal bebas, menangkal sel kanker dan dapat sebagai antioksidan untuk mencegah diabetes.

Sebab dalam kulit rambutan terdapat kandungan flavonoid atau salah satu jenis antioksidan, tanin yang dapat mencegah atau mentralisasi efek radikal bebas yang merusak. Serta saponin yang bermanfaat sebagai meningkatkan kekebalan tubuh.

Disamping itu, ekstrak kulit rambutan mempunyai nilai IC50 (ukuran efektivitas senyawa dalam fungsi biologis atau biokimia menghambat -red) sebesar 20, sehingga dapat menekan 50 persen radikal bebas (DPPH).

Sementara itu, Ketua TP-PKK Desa Platar, Susi Kusumaningtyas menuturkan, kegiatan pelatihan ini dapat memberikan wawasan dalam memanfaatkan kulit rambutan menjadi sebuah produk unggulan, dan bernilai ekonomis. Dengan demikian, pihaknya berharap produk ini nantinya dapat menjadi produk unggulan dari ibu-ibu Desa Platar. (ZA/AM)

No comments

Powered by Blogger.