Sekda Ingatkan Netralitas ASN Dalam Pilgub Jateng

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Lintas Jepara - Sekda Jepara, Sholih mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berkomitmen menjaga netralitas dalam gelaran pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang akan dilaksanakan 27 Juni 2018.

Hal ini disampaikan Sholih, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pengawasan partisipatif, kaitannya penyelenggaraan Pilgub Jateng 2018, Rabu (24-01-2018) di Gedung Serbaguna Setda Jepara.

Tujuan netralitas ini, kata Sholih, untuk mencegah ASN dan birokrasi pemerintah menjadi sasaran tarik-menarik Partai Politik (Parpol). Selain itu, agar mereka dapat memberikan pelayanan yang adil bagi masyarakat.

Sesuai dengan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2015 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), pasal 2 huruf f ditegaskan bahwa penyelenggaraan kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan asas netralitas. Hal ini dimaksudkan, agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam menjalankan tugasnya.


Hal ini, juga diperkuat dengan Peraturan pemeritah tahun 2015 tentang disiplin PNS. Dijelaskan bahwa, setiap pegawai negeri sipil dilarang memberikan dukungan kepada calon kepala daerah/wakil kepala daerah dengan cara memberikan surat dukungan disertai fotocopy identitas diri.

“Kami juga mengingatkan agar tidak terlibat dalam kegiatan kampanye, menggunakan fasilitas yang terkait, termasuk membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan salah satu calon,” ungkap Sholih.

Wartawan senior, Sukardi menyampaikan, untuk mewujudkan pilgub yang bersih dan jujur, membutuhkan peran dan dukungan dari semua pihak. Mulai dari pemerintahan, penyelenggara, tim sukses, elemen masyarakat hingga media massa. Dalam hal ini, penyelenggara pemilu mempunya peran besar. Pembuatan dan pelaksanaan aturan yang baik, termasuk penumbuhan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Jepara, Arifin meminta partisipasi masyarakat dalam pengawasan semua tahapan di Pilgub Jateng. Sebab, dengan keterbatasan personil yang dimiliki jajaran pengawas, keterlibatan masyarakat menjadi keniscayaan untuk menjadi kontrol.

"Maka dari itu kami meminta semua kalangan mulai dari seniman, hingga wartawan untuk ikut menjadi bagian dalam pengawasan," jelasnya. (ZA/AM

No comments

Powered by Blogger.