Nelayan Nekat Melaut Meski Ombak Tinggi

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Lintas Jepara – Gelombang tinggi yang melanda perairan Jepara sekitar dua pekan terakhir, membuat nelayan kelimpungan. Pasalnya, keadaan gelombang ini memaksa sebagian besar nelayan untuk menepikan perahunya. Akan tetapi, di sela-sela kondisi cuaca seperti ini, ternyata banyak juga nelayan yang nekat tetap melaut meski penuh dengan resiko.

Seperti yang dilakukan oleh Abdul Munip, salah seorang nelayan di Jobokuto, Kecamatan Jepara. Dirinya mengaku tetap mencari kesempatan untuk melaut meski kondisi cuaca cukup beresiko lantaran gelombang tinggi.

"Kalau cuaca seperti ini memang sering curi-curi kesempatan, lantaran ombak di tengah laut berbeda dengan yang terjadi di dekat pesisir,” katanya.

Menurutnya, jika biasanya pergi melaut sekitar pukul 02.00 WIB, maka saat ini mundur menjadi pukul 04.00 WIB. Itu dilakukan hanya untuk memilih saat terbaik, ketika gelombang laut cukup tenang.


“Ini sudah sekitar dua minggu ombaknya tinggi, tapi mau gimana lagi, dapur harus tetap ngebul,” tuturnya.

Meski curi-curi kesempatan saat melaut, lanjutnya, hasil tangkapan masih cukup baik. Terlebih Januari ini, katanya merupakan musim cumi-cumi. Sekali melaut, paling tidak mendapatkan sekitar 100 kilogram ikan dan cumi-cumi.

“ Sekali melaut, nelayan setidaknya bisa mendapatkan uang Rp 700 ribu – 1 juta,” terangnya.

Sementara itu, Arifin nelayan lainnya juga menyatakan hal yang sama. Dirinya terpaksa nekat melaut meski kondisi cuaca tidak cukup bersahabat. Hal ini lantraan tidak ada pilihan lainnya agar kehidupan keluarganya tetap berjalan.

“Kalau tidak miyang (mencari ikan -red), nelayan mau makan apa. Meski resikonya besar tetap kami lakukan,” ujarnya.

Aksi nekatnya tetap melaut sudah dilakukan sejak seminggu lalu. Ketika ada ombak tinggi, dirinya memilih untuk mencari pulau untuk berlindung.

“Jika sedang tinggi benar, ombak dapat mencapai 5 meter, namun biasanya di masa sekarang ombak berkisar 2 meter,” jelasnya. (ZA/AM)

No comments

Powered by Blogger.