Meski Tak Diizinkan, Kapal Rakyat Nekad Berlayar ke Karimunjawa

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Lintas Jepara - Sejumlah perahu milik nelayan didapati nekad berlayar ke Karimunjawa, meski Syahbandar Jepara tidak mengeluarkan izin berlayar. Izin tidak diberikan lantaran gelombang tinggi yang melanda perairan Jepara dalam lima hari terakhir ini.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) Syahbandar Jepara, Suripto, Kamis (18-1-2018). Menurutnya, kapal rakyat tersebut mengangkut bahan kebutuhan pangan masyarakat Karimunjawa. Kapal-kapal kayu ini nekad berlayar tanpa mengantongi izin berlayar. Larangan berlayar tidak hanya untuk kapal penumpang tetapi juga kapal barang.

"Sejak lima hari terakhir memang aktivitas pelayaran Jepara – Karimunjawa berhenti. Itu disebabkan kondisi gelombang laut yang tidak aman untuk pelayaran," ujarnya.


Suripto menambahkan, kapal rakyat yang mengantongi izin untuk mengangkut kebutuhan pangan, seperti gas LPG ke Karimunjawa terakhir yakni 10 hari lalu. Jumlah gas LPG yang dibawa saat itu sebanyak 1.700 tabung.

"Acuan kami sebenarnya dari BMKG, hanya saja di lapangan kondisinya justru berbeda. Gelombang lautnya lebih tinggi dari prakiraan dari BMKG," jelasnya.

Sementara itu, Camat Karimunjawa, Budi Krisnanto mengaku, tidak adanya pelayaran dalam beberapa hari ini belum berdampak pada stok kebutuhan pangan di Kepulauan Karimunjawa. Saat ini yang mulai menipis yakni stok elpiji di Pulau Nyamuk tersebut. Mengingat, tidak ada kapal yang datang berlabuh.

"Sampai saat ini belum berdampak signifikan, sebab kapal rakyat masih tetap berlayar mengangkut barang kebutuhan pangan," tandasnya. (ZA/AM)

No comments

Powered by Blogger.