Krisis BBM, Siswa di Karimunjawa Tak Sekolah

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Lintas Jepara – Puluhan siswa di sejumlah sekolah di Kepulauan Karimunjawa dalam beberapa hari ini, mulai tidak masuk sekolah. Hal ini lantaran mulai menipisnya stok BBM di wilayah terluar Jepara itu. Kondisi cuaca di perairan Jepara dan Karimunjawa yang tidak bersahabat untuk pelayaran mulai berdampak pada aktifitas warga.

Salah seorang guru di SMKN 1 Karimunjawa, Khosidah mengungkapkan, sudah beberapa hari ini memang banyak siswa yang tidak masuk sekolah, lantaran tidak ada BBM. Hari ini (Selasa), dari 154 siswa yang ada di sekolahnya, sebanyak 39 siswa memilih tidak masuk sekolah.

“Sudah beberapa hari ini, ada satu, dua yang tidak masuk. Namun hari ini paling banyak ada 39 siswa yang tidak hadir,” ujarnya, Selasa (30-01-2018).

Dirinya khawatir, jika dalam beberapa hari ini gelombang laut masih tinggi dan tidak ada kapal yang menyebrang, bisa mengacaukan jadwal Praktik Kerja Lapangan siswanya di perusahaan, beberapa hari yang akan datang.


“Hari Minggu (04-02-2018) mendatang, anak-anak akan praktik kerja lapangan ke perusahaan. Jika masih tidak ada kapal akan mengacaukan jadwal yang sudah disusun,” jelasnya.

Khosidah mengungkapkan, dengan jarak tempuh sekitar 15 KM bahkan sampai 30 KM, maka kebutuhan BBM untuk berkendara ke sekolah menjadi mutlak. Akan tetapi, jika kondisi cuaca masih seperti ini, maka mulai besok semakin banyak yang tidak hadir ke sekolah.

“BBM di motorku juga sudah hampir habis, jika benar-benar habis, ya tidak bisa beraktifitas,” keluhnya.

Kondisi yang sama, juga terjadi di MTs Safinatul Huda. Siswa dan guru di MTs Safinatul Huda Kemujan, Kepulauan Karimunjawa, banyak yang tak berangkat sekolah. Itu lantaran kendaraan yang biasa digunakan untuk berangkat sekolah, tidak bisa jalan lantaran tak ada BBM.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MTs Safinatyul Huda, Alwiyah menyampaikan, siswa yang tak masuk sekolah sebanyak 35 anak. Sementara jumlah guru yang tak masuk sekolah sebanyak enam orang.

Sementara itu, Sekertaris Camat Karimunjawa, Nor Sholeh menambahkan, kiriman BBM dari Pertamina untuk SPBU Karimunjawa terakhir pada 13 Januari 2018. Kemudian, pada 18 Januari 2018, stok BBM di SPBU sudah habis. “Sebenarnya BBM untuk Karimunjawa sudah di atas kapal. Hanya saja tidak dapat dikirim karena cuaca buruk,” ungkapnya. (ZA/AM)

No comments

Powered by Blogger.