Jurusan Tata Busana SMKN 2 Jepara Hadirkan Ortu di Ruang Praktek

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Lintas Jepara - Ada yang menarik pada kelas XI jurusan Tata Busana SMKN 2 Jepara saat pelajaran praktek, Kamis (25-01-2018). Dua ruang praktek yang biasaanya hanya di isi oleh peserta didik, tiba-tiba saja dipenuhi oleh orangtua siswa. Mereka dihadirkan ke sekolah untuk melihat secara langsung aktivitas anak-anaknya saat mengikuti pelajaran praktek membuat busana. Kegiatan yang baru pertama dilakukan ini, diikuti oleh 49 orangtua siswa.

Mereka didampingi oleh Ketua Jurusan Tata Busana, Indria Mustika dan guru pembimbing, Wahidah dan Dwi Kurniawati. Kegiatan ini fasilitasi oleh Waka Humas Agus Mukid dan didukung sepenuhnnya Kepala SMKN 2 Jepara, Subandi.

Ternyata orangtua sangat antusias dan senang melihat anak-anak mereka belajar membuat busana. Apalagi setelah mereka diberi kesempatan untuk melihat dari dekat dan menunggui anak-anak berkreasi. Bahkan ada pula yang memberikan saran, bimbingan dan nasehat kepada anaknya.


”Kami sangat senang bisa melihat proses belajar praktek anak kami, sehinggga kami mengerti. Termasuk peralatan praktek yang digunakan. Kalau ada rejeki saya ingin beli mesin jahit seperti itu untuk anak kami, sehingga dia bisa belajar di rumah,” ujar Nur Ali orang tua siswa Nilam Aulia Yatna, sambil menunjuk mesin yang digunakan oleh anaknya.

Kegiatan ini menurut Waka Humas, Agus Mukid, bertujuan untuk menumbuhkan tanggung jawab orangtua dalam proses belajar anak-anaknya. Disamping itu, juga untuk menumbuhkan pemahaman, bahwa keberhasilan dalam pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi orangtua turut terlibat di dalamnya.

“Kegiatan ini juga diharapkan akan menumbuhkan motivasi siswa untuk belajar lebih sungguh-sungguh,” tambah Indria Mustika, Ketua Program Keahlian Tata Busana.

Menurut Indria Mustika, kunjungan orangtua ke sekolah untuk melihat secara langsung proses belajar anak-anaknya ini, diharapkan dapat menjadi virus meningkatnya perhatian orangtua.

“Harapan kami, orangtua selalu menyisihkan waktu untuk mengikuti proses belajar anak-anaknya. Bukan hanya mencukupi kebutuhan materi dengan sibuk bekerja dan menyerahkan sepenuhnya proses pembelajaran kepada sekolah,” ungkapnya. (ZA/AM)

No comments

Powered by Blogger.