Awas, Beredar Permen Coklat Tercampur Material Logam dan Plastik

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Lintas Jepara - Para siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Matholibul Huda Mlonggo menemukan jajanan sekolah dalam bentuk permen coklat yang dijual kantin yang tercampur dengan material logam dan plastik seperti ring mur dan baut serta rafia. Menemukan hal tak lazim itu, pihak sekolah langsung melaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.

Guru Madrasah Ibtidaiyah Matholibul Huda Mlonggo, Muhammad Sariul Anam mengatakan, kejadian itu terungkap dari laporan para siswa MI yang membeli coklat di kantin sekolah pada, Kamis (4/1/2018). Melihat hal yang aneh, siswa segera memberitahukan kepada pihak guru. “Awalnya ada siswa yang jajan coklat, setelah dibuka bungkusnya ternyata berisi material logam seperti mur, baut, raffia, dan juga kertas koyo,” katanya.


Mendapatkan laporan, pihak sekolah langsung meneliti kebenarannya. ternyata benar permen coklat berwadah alumunium foil warna emas itu berisi material yang tak lazim di konsumsi. Sementara di wadah pembungkus tidak ditemukan adanya merek penganan, hanya bertuliskan "Aneka Coklat Buatan Bandung". Selanjutnya, pihak sekolah langsung menyetop dan menyita jajanan tersebut agar tak sampai membahayakan siswanya. “Alhamdulilah, belum sampai di makan siswa, langsung kami laporkan kepada pihak kepolisian,”  ujarnya.

Disampaikan Anam, ada dua lusin atau sekitar 24 biji coklat serupa yang dijual di kantin. Jajanan dijual kepada siswa seharga Rp. 500/bijinya. Menurut keterangan dari pihak kantin, coklat tersebut dibeli dari salah satu toko makanan yang ada di Pasar Mlonggo. “Menurut keterangan kantin, coklat tersebut baru dibelinya dari pasar pukul 08.00 WIB dan dibeli siswa pada saat itu juga jam istirahat pukul 09.00 WIB,” bebernya.

Terkait hal itu, sekolah lantas mengambil tindakan tegas untuk tidak memperbolehkan penjualan coklat semacam itu di kantin. “Ke depan kami imbau untuk kantin, menjual makanan yang memang dibuat sendiri” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara Dr. Dwi Susilowati sudah menerima laporan tersebut. Ia mengintruksikan kepada Puskesmas Mlonggo untuk menindaklanjuti hal tersebut. Susi juga mengimbau kepada pihak sekolah ataupun masyarakat untuk berhati hati saat membeli makanan ataupun minuman yang tidak bermerek atau berijin. “Hindari makanan yang warnanya menyolok, karena diduga mengandung rodamin dan zat berbahaya lainnya,” katanya.

Bagi masyarakat yang menemukan makanan atau jajanan yang berbahaya untuk segera melaporkan kepada Puskesmas terdekat, agar dapat segera ditindaklanjuti. Termasuk makanan yang sudah kedaluarsa. “Makanan murah belum tentu sehat, untuk itu harus hati hati,” pungkasnya.

No comments

Powered by Blogger.