Rambu-Rambu Laut di Karimunjawa Banyak Yang Rusak

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Lintas Jepara - Belasan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) atau rambu lampu lalu lintas laut di sejumlah titik di perairan dan sejumlah pelabuhan di Kepulauan Karimunjawa tidak berfungsi dengan baik. Kondisi ini dikeluhkan nelayan yang ada di wilayah terluar Jepara. Tidak berfungsinya rambu ini kerap menyebabkan kapal nelayan rusak. Hal nii diketahui saat Komisi B DPRD Jepara melakukan kunjungan kerja ke Kepulauan Karimunjawa, beberapa waktu lalu.



Menurut Ketua Komisi B DPRD Jepara Nur Hamid, dengan matinya lampu rambu, nelayan sering terjebak dan menabrak karang yang ada di perairan dangkal saat berlayar malam hari. Lampu SBNP tersebut menggunakan daya dari aki. Tapi akinya itu banyak dicuri oleh nelayan. SBNP ini juga merupakan alat yang menjadi pemandu bagi nakhoda saat berlayar malam.

Alat yang berbentuk tonggak besi setinggi sekitar 5 meter di atas permukaan laut itu diujungnya terdapat lampu sebagai rambu. Selain dipasang di pintu masuk pelabuhan, SBNP biasanya juga ditempatkan untuk menandai perairan dangkal di sekitar pulau. Sebab, tidak jarang mereka harus melaut hingga malam dan kesulitan saat akan menepi.

Lebih lanjut Nur Hamid berharap agar lampu-lampu yang mati segera diperbaiki oleh instansi terkait.  Dalam kesempatan itu, Komisi B juga meminta Dinas Perhubungan Jepara memeriksa dan mendata SBNP yang rusak untu bisa diusulkan perawatan.

Dalam monitoring ini, Komisi B juga mendapati jika tambatan perahu yang ada di Pulau Parang jaraknya masih terlalu pendek sehingga ketika air laut surut, perahu tidak bisa merapat. Untuk itu, Komisi B berharap Pemerintah Kabupaten Jepara melanjutkan pembangunan tambatan perahu di Pulau Parang. Sedankan tiang-tiang yang masih bersifat sementara agar dilaksanakan inventarisasi sehingga ada tindak lanjut sebagai langkah pengamanan.


Sementara itu, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Karimunjawa dan pertumbuhan pariwisata, pemkab juga harus memperhatikan pemeliharaan infrastruktur sarana perhubungan, baik darat maupun antar pulau. “Pemkab juga harus membuat sentra wisata di Karimunjawa dengan disertai pemandu wisata yang mumpuni. Perlu juga didukung pengembangan tempat-tempat hiburan yang bisa difungsikan manfaatnya sehingga para wisatawan yang berkunjungn ke Karimunjawa bisa menikmati kondisi wisata yang ada,” tandasnya.

No comments

Powered by Blogger.