Miris, Jepara Peringkat Kedua Tertinggi HIV/AIDS di Jateng

Lintasjepara.isknews.com, Lintas Jepara – Kasua HIV/AIDS di Kabupaten Jepara selama 2017 ini cukup memperihatinkan. Hingga September lalu tercatat ada 113 kasus HIV/AIDS baru. Dengan angka ini menempatkan Jepara di peringkat kedua terbanyak di Propinsi Jawa Tengah dibawah Kota Semarang.
 
 
Kekhawatiran ini akan bertambah, jika melihat jumlah temuan kasus HIV/AIDS tahun 2016 sebanyak 118 kasus.  Dan sampai dengan September 2017 yang jumlahnya sebanyak 231 kasus, atau setara 27,6 persen dari keseluruhan temuan kasus penderita HIV/AIDS di Jepara sejak tahun 1997 sampai dengan September 2017 (834 kasus).

Berdasarkan data, salah satu penularan tertinggi kasus HIV dan AIDS di Jepara adalah melalui heteroseksual (seks dengan berganti-ganti pasangan) sebanyak 721 kasus atau 86,45 persen. Sedangkan menurut usia adalah kelompok usia produktif, yaitu usia 26-40 tahun sebanyak 448 kasus atau 56,63 persen. Dari jenis kelamin, 475 atau 56,9 persennya adalah kaum perempuan, dan ibu rumah tangga menempati urutan pertama dengan jumlah 282 atau 43,37 persen. Sedangkan angka kematian sampai saat ini mencapai 204 orang.

Sekda Jepara Sholih saat peringatan Hari AIDS Sedunia mengungkapkan, dalam dua tahun temuan terakhir ini hampir setara dengan sepertiga jumlah total kasus HIV/AIDS selama 20 tahun terakhir. Dengan fakta ini, menurut Sholih sekarang Jepara darurat HIV/AIDS. Oleh karena itu pihaknya mengajak bersama-sama menghentikan persebarannya. Pemkab mengajak untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian seluruh masyarakat terhadap HIV/AIDS dengan cara “berani” melakukan tes HIV, dan jika positif maka lanjutkan dengan pengobatan ARV sedini mungkin, untuk tetap hidup sehat dan produktif.

“Kita mengajak, mengingatkan dan membangkitkan kesadaran seluruh warga Jepara, untuk terus waspada agar tidak terinfeksi virus tersebut. Bahwa HIV/AIDS ada disekitar kita, dan kita harus terus waspada agar tidak terinfeksi virus mematikan ini,” ujar Sholih, Jumat (8/12/2017).

Pemkab Jepara juga mengajak seluruh komponen pemerintah, ormas, tokoh agama, tokoh masyarakat, pendidik dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jepara, untuk bekerja bersama, bersinergi dan menentukan langkah strategis dalam menekan bahkan mengurangi kasus HIV/AIDS di Jepara.

No comments

Powered by Blogger.