Gelombang Tinggi, Nelayan Tak Melaut

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM, Lintas Jepara – Sejumlah nelayan di Jepara dalam beberapa hari ini tidak melaut lantaran gelombang tinggi. Nelayan akhirnya memilih untuk memperbaiki sejumlah peralatan tangkapnya sembari menunggu cuaca kembali membaik. Nelayan juga sebagian memindahkan tempat sandarnya yang semula berada di Jobokuto ke Dermaga Kartini.


Salah satu nelayan yang memilih tidak melaut yakni Sunardi (67) nelayan asal Jobokuto. Menurutnya, jika memilih melaut hasilnya pun tidak maksimal, sementara biaya untuk melaut cukup besar. “Ya karena ombak besar selama musim hujan ini, saya memilih tak melaut,” ujarnya, Senin (18/12/2017).

Sunardi menjelaskan, untuk sekali melaut, dibutuhkan biaya sekitar Rp 700 ribu. Jumlah itu sudah termasuk penggunaan solar dan kebutuhan selama ditengah laut. Namun jika musim seperti ini, tangkapan yang didapat tidak banyak. Kalaupun dapat, tangkapan yang diperoleh tidak banyak, mungkin hanya sekitar Rp 200 ribu. “Karena hasilnya tidak banyak ya rugi, sehingga sementara dirumah saja,” imbuhnya.

Jumari (50), nelayan lainnya mengaku sudah tiga hari tak melaut. Menurutnya, ombak tinggi menghadang di sekitar tempatnya menebar jala, ia memilih memperbaiki peralatan tangkapnya. Gelombang laut yang mencapai 4-5 meter membuatnya memilih untuk dirumah saja. “Karena ombak besar, saya juga memindah tempat sandar. Dari biasanya di pelabuhan Jepara  yang ada di Jobokuto, kini pindah ke Dermaga Kartini,” katanya.

Dipindahkannya tempat sandar, lanjutnya, lantaran mencari tempat yang lebih aman dari terjangan ombak. Karena di Dermaga Kartini ada tempat berlindungnya. Selain nelayan dari Jepara, di Dermaga Kartini juga  ada nelayan dari beberapa daerah lain seperti Jawa Timur dan Rembang. “Kalau ditempat biasa bersandar tidak aman dari terjangan gelombang besar,” tandasnya.

No comments

Powered by Blogger.