79 Persen Jalan Kabupaten Belum Dilengkapi Saluran Drainase

LINTASJEPARA.ISKNEWS.COM. Lintas Jepara – Sebanyak 872 KM ruas jalan kabupaten yang ada di Kabupaten Jepara, baru 21 persennya yang sudah dilengkapi dengan saluran drainase yang baik. Kondisi ini membuat sejumlah jalan kabupaten yang ada mudah rusak terlebih di musim penghujan ini. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi D DPRD Jepara Agus Sutisna, Kamis (28/12/2017).


Menurut Agus Sutisna, kondisi ini memang membuat dilema Pemerintah Kabupaten Jepara. Sebab, disaat bersamaan kondisi jalan kabupaten juga masih banyak yang tidak baik kondisinya. Sementara masyarakat juga menuntut agar kondisi jalan raya tetap baik di saat seperti ini. Dengan fakta ini, maka di tahun 2019, lanjut Agus, baru ditingkatkan untuk pembangunan drainase yang ada di Jepara. “Saat ini ada sekitar 58 persen jalan kabupaten yang kondisinya tidak baik. Sehingga tahun depan anggaran masih diprioritaskan untuk pembangunan jalan,” ujar politisi PPP ini.

Pemerintah Kabupaten Jepara, lanjutnya, menargetkan penambahan jalan kabupaten sepanjang 250 KM selama lima tahun mendatang. Hal itu sebagaimana tercantum dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jepara. RPJMD ini sendiri merupakan penjabaran visi misi dari Bupati dan Wakil Bupati Jepara terpilih periode 2017-2021.
Penambahan jalan kabupaten itu akan dilakukan secara bertahap selama lima tahun. Setiap tahunnya, katanya, akan ada penambahan sepanjang sekitar 50 KM hingga nanti akhirnya tercapai sepanjang 250 KM di penghujung masa jabatan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi tahun 2012 mendatang

“Tahun 2018 Pemkab akan focus untuk pengembangan pariwisata, sehingga jalan-jalan akses ke obyek wisata akan ditingkatkan. Selain juga untuk akses ke wilayah industry juga akan dilebarkan untuk mengurangi kemacetan,” jelasnya.

Lebih lanjut anggota dewan dari Dapil I Jepara ini menyebut jika dalam peningkatan ruas jalan, tidak hanya meggunakan hotmiks melainkan juga rabat beton. Rabat beton ini, lanjutnya, digunakan di titik-titik yang kontur tanahnya labil sedangkan untuk yang hotmiks  untuk ruas jalan yang tanahnya baik. “Perbandingannya untuk beton dan hotmiks ini 1 banding 5, yakni untuk anggaran yang sama jika rabat beton hanya bisa menghasilkan ruas jalan 1 KM, maka jika di hotmiks bisa untuk 5 KM,” katanya.

No comments

Powered by Blogger.