Gapoktan Tani Mukti Kelet Terima Penghargaan APN


Jepara, isknews.com (Lintas Jepara) - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Mukti asal Desa Kelet, Kecamatan Keling, Jepara, mendapat penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) tahun 2017 dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Penghargaan ini diterima Ketua Gapoktan, Suhaeli, pada peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Jawa Tengah, yang berlangsung di Wonogiri Sabtu (4/11/2017). 

Hal ini disampaikan Kabid Ketahanan Pangan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupten Jepara Sujima, di kantornya Rabu (8/11/2017).
Sujima menjelaskan, penghargaan APN adalah apresiasi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat dan aparatur pemerintah baik perorangan maupun kelompok yang berprestasi dan berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan. “Dengan kata lain, dalam posisi sebagai pelaku ketahanan pangan, Gapoktan Tani Mukti dinilai sebagai kelompok yang berprestasi dan berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan di Jawa Tengah,” kata Sujima.

Dalam penilaian se-Jawa Tengah tahun ini, Gapoktan Tani Mukti menempati peringkat ke-3 kategori pelaku ketahanan pangan.
Yang dimaksud pelaku ketahanan pangan, menurut Sujima, yaitu kelompok/gabungan kelompok masyarakat, serta kelembagaan ekonomi pelaku usaha skala kecil dan menengah yang berhasil mengelola kegiatan produksi pangan atau pemberdayaan masyarakat, juga pengembangan pangan olahan dalam mewujudkan kedaulatan pangan, kemandirian pangan, dan ketahanan pangan.

“Pelaku ketahanan pangan ini bisa berasal dari kelompok Desa Mandiri Pangan (DMP), Kelompok Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM), kelompok Lumbung Pangan Masyarakat (LPM), maupun kelompok Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP),” tambahnya.
Lebih rinci, Kepala Seksi Ketersediaan dan Distribusi Tri Handana menjelaskan, penilaian APN tinkat Jawa Tengah sudah dimulai sejak Agustus 2017. Mekanismenya, DKPP Kabupaten Jepara menyampaikan usulan APN kepada kepada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Selanjutnya dilakukan penilaian meliputi administrasi, wawancara, dan kunjungan lapangan.
“Setelah ditetapkan menempati peringkat ketiga, Tani Mukti mendapat penghargaan berupa piala, piagam penghargaan, serta uang pembinaan Rp. 4 juta rupiah,” katanya.

Gapoktan Tani Mukti, menurut dia, bergerak dalam kegiatan usaha penyediaan sarana dan produksi (saprodi) pertanian seperti pupuk, obat, benih, bibit. Juga distribusi pangan khususnya gabah dan beras, serta cadangan pangan.

Sebelum melaksanakan kegiatan usaha tersebut, Gapoktan ini telah mendapatkan beberapa bantuan.
Di antaranya Pengembangan Usaha Agribisnis Pertanian (PUAP) sejumlah Rp. 100 juta dari Kementerian Pertanian, serta bantuan pemberdayaan kelompok Gapoktan melalui kegiatan Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) dari Badan Ketahanan Pangan sejumlah Rp. 150 juta dan Rp. 75 juta tahun tahun 2015 (Tahap I) dan tahun 2016 Tahap II). Sedangkan tahun ini, mendapat bantuan kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI) sejumlah Rp. 160 juta.

Memusatkan kegiatan usaha di jalan raya Jepara – Tayu, lokasi usaha Gapoktan ini mudah terjangkau oleh anggota kelompok untuk mencukupi kebutuhan produksi pertanian. Seperti benih, bibit, pupuk, gabah, hingga beras.

Dalam usaha distribusi gabah, Gapoktan Tani Mukti memiliki gudang penyimpanan gabah/beras, lantai jemur, dan mesin selep padi (rice mill unit) yang memungkinkan Gapoktan membeli hasil panen milik Gapoktan atau kelompok sekitar Desa Kelet dengan harga wajar.

“Melalui pengadaan gabah seperti ini, Gapoktan tidak hanya dapat melayani masyarakat yang membutuhkan gabah atau beras, namun juga dapat memasok beras untuk program penyediaan beras sejahtera (rastra) ke Bulog Divre Pati lewat Satker Bulog,” jelasnya.


Sedangkan untuk memenuhi pasokan beras lewat kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM) melalui Toko Tani Indonesia (TTI), saat ini Gapoktan Tani Mukti masih kewalahan karena harga gabah semakin tinggi dan panen belum banyak. TTI yang dipasok berada di wilayah Pulodarat Pecangaan, Ujungwatu Donorojo, Pedurungan Semarang, dan TTI Center Jabodetabek.

No comments

Powered by Blogger.